Rabu, 02 Mei 2012

lagu untuk ayah

Logika ku tak sanggup berpikir kenapa luna dilahirkan ibu dengan sempurna. Kadang aku berpikir kami lahir dari rahim dan ayah yang sama . tapi mengapa 360 derajatpun masih terlalu dekat untuk mengambarkan perbedaan kami . aku merasa dunia ini tidak adil. Oiyah , nama aku gita . luna itu adikku . ibu ku meninggal saat melahirkan luna. Karena itu juga kami diasuh oleh ayah yang seorang guru music disekolah music dikotaku. Beruntung sekali aku puya ayah seperti dia. Ayahku sangat cekatan dalam memainkan berbagai alat musik dia juga bisa menciptakan lagu. Hal yang membanggakan , ia pernah mengaransemen lagu-lagu artis ternama. Luna itu anak yang selalu dibanggakan dalam keluarga kami. Selain kepintarannya yang membuat dia menjadi juara umum disekolahnya. Dia juga memiliki bakat seni yang membuatnya sering menjuarai lomba tingkat provinsi katagore penyanyi cilik. Nah aku ? gak ada apa-apanya . gadis malang yang gak pintar , masuk sepuluh besar juga udah pencapaian indah dalam hidupku. Bidang seni ? itu apa lagi , gak ada sedikitpun darah seni dalam tubuhku. “ gita “ panggil ayah. “hadir yah “ seruku sambil menghampiri ayah. “ ayah dan luna mau kestudio rekeman , ada produser yang tertarik dengan suara luna “ kata ayah. GUBRRAAAK . rekaman ? hah ? Tubuhku langsung kaku , mimic mukaku menunjukan ekspresi kaget. yah rasa iri dalam diri ini semakin memuncak . tuhan , bagi-bagi dong bakat yang ada dalam diri luna ke aku. Hamper setiap hari ayah dan luna selalu pergi kestudio rekaman . katanya lag mempersiapkan album perdana luna. Pokoknya ayah lebih memperhatikan luna sekarang dan aku dicuekkin. 22 april Pagi menyambut, mataharipun masih malu-malu untuk menampakkan sinarnya. Yeeess ! ini ulang tahunku yang ke 17 tahun. Kira-kira ayah kasih kado apa yah ? aku cepat-cepat mandi tanpa harus dipaksa seperti biasanya. Setelah mandi , berpakaian . aku gak sabar untuk menerima kado dari ayah. Aku turun tangga menuju dapur. “pagi kak gita “ sapa luna . uuuhh sok banget. Kayaknya hari ini biasa saja dengan hari biasanya. Gak ada ucapan selamat yang special. PANASNYA DUNIAA !!!hooaaaaamm ngantuk. Setelah pulang sekolah aku menuju kerumah . tpi rumah sepi , pada kemana orang dirumah ini . aku melangkahkan kaki masuk. Lalu aku menemukan sebuah memo di meja makan yang ternyata pesan dari ayah. Begini bunyinya .. “ ayah dan luna pergi untuk rekaman , gita tak usah menunggu ayah. Karena mungkin pulangnya malem.” From : ayah SEBEEEL !! kok mereka gak ingat hari ulang tahunku . keterlaluan . aku benci mereka. Pukul 22.15 Aku lagi nonton tv , ini sinteron lucu banget . judulnya “ ratapan anak pungut “ . lebih lucu dari komedi lawak. “ gita belum tiduryah ?” tiba-tiba ayah muncul. Aku Cuma diam tak menanggapi pertanyaan ayah . aku malah pasang muka cuek. “kok diem? Lagi ada masalah ya ?” seru ayah. Mataku panas, dadaku sesak. Aku gak tahan lagi . alahasil aku menangis . “ayah gak tau bagaimana perasaan gita, ayah udah gak peduli lagi sama gita. Ayah lebih sayang luna. Selalu saja luna, luna, dan luna. Sampai ayah gak ingat ulang tahun gita. Gita emang gak punya suara bagus kayak luna, gita juga gak punya otak yang pinter. Tapi gita juga anak ayah. “ nafasku sesak. Kulihat ayah dan luna tercengang. Aku langsung berlalri menuju kamarku. Aku gak tahu darimana aku punya keberanian untuk berbicara seperti itu. Rasanya baru kali ini aku menangis sejak kematian ibu. ** Matahari menembus jendelaku. Mataku bengkak gara-gara menangis tadi malam. Duh aku taku keluar kamar . gimana kalau ayah marah. Akhirnya aku beranikan diri keluar. “ gita ayo sarapan ! ngapain berdiri disitu ?” Tanya ayah seolah-olah tak terjadi apa-apa. Aku terus berlalu melewati ayah dan luna. Dan aku harus menjalan hari di sekolah hari ini. Lagi serius belajar tiba-tiba guru BP masuk ke kelasku. “ gita , ayo ikut ibu kekantor” seru buk riva. Waduuuh ada apa ini !! Aku pun ikut bersama buk riva. “ bu emang saya salah apa ?” tanyaku. “ itu adik kamu telpon, katanya penting.” Jawab buk riva. “ halo “ sahutku dengan nada jutek. “ kak ayah kak “ “ ayah kenapa ?” tanyaku mulai panik “ ayah pingsan , luna sekarang lagi dirumah sakit “ “ hah ? pingsan ? yaudah tunggu , ntar lagi aku kesana” sambil menutup telpon. Setelah minta izin. Aku menuju rumah sakit. Perasaan bersalah terus hinggap di otakku. Akhirnya sampai juga aku dirumah sakit. Tepat didepan ruangan ayah, langkahku terhenti saat mendengar suara luna yang menyanyikan lagu untuk ayah. Lamaku terpaku didepan pintu. “ gita ayo masuk “ ayah rupanya menyadari kehadiranku. Luna tersenyum tulus tanpa dibuat-buat melihatku. Aku duduk disamping ayah . “ maafin gita yah “ ucapku. “sudah lupakan saja. Mungkin salah ayah karena sering ninggalin kamu. Ayah sayang sama kamu git “ Mungkin aku gak punya suara bagus, gak perlu punya otak pintar. Yang terpenting aku anak ayah. Sekarang aku gak bakal ngiri lagi dengan luna. Karena aku untuk ayah . aku tak perlu bernyanyi . karena akulah alunan untuk ayah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar